Friday, September 11, 2009

True Spooky story from UI


Astagfirullahhalazim, lailahailallah, inalilahi wainailaihi roji'un, cuma itu yang bisa terucap setelah kami sekeluarga mendengar cerita ini. Ini cerita pegalaman pribadi anakku, abang Uta. Kejadianya terjadi tadi malam, tgl 11 sept 2009, pukul 7:30 pm wib, lokasi depan mesjid UI. Abang baru selesai megikuti buka puasa bersama teman2 satu angkatan fasilkom UI. Dia mau pulang cepat, karena bis yang menuju rumah kami punya keterbatasann waktu, ada temannya searah pulang, namanya Gabun. Mereka menunggu bis kuning UI didepan mesjid UI. tak lama kemudian lewatlah sebuah bis kuning tersebut, agak mengherankan menurut si abang, karena bis itu kosong tanpa penumpang, tapi si abang berpikir, oo.. mugkin abis nganterin anak2 yg tinggal diasrama pada teraweh, maka naiklah abang dengan Gabun. Karena abang berfikir cuma mau sampai halte berikut, jadi dia masuk dari pintu belakang dan tetap berdiri dekat pintu, sementara gabun langsung duduk. waktu bis mulai berjalan, beberapa detik kemudian si abang menengok ke arah kiri (yang berarti dibelakang bis) ada bapak2 naik motor seperti mengejar mereka, sambil melambai-lambaikan tangannya menyuruh si abang turun dari bis sambil terlihat seperti marah/cemas. maka pada perhentian berikut si abang langsung ngajak gabun turun dari bis. Si gabun tannya kenapa? abang jawab, kita disuruh turun tuh sama bapak2 yg naik motor. Setelah turun dengan agak bingung si abang tanya, "ada apa pak?" bapak2 itu berkata dengan nada tinggi antara marah atau cemas abang nggak bisa bedain dia tanya," KAMU NAIK APA BARUSAN?!", lalu abang menjawab sambil agak bingung "Naik BIKUN pak", lalu bapak2 itu tanya lagi. "Mana BIKUNnya?", waktu abang noleh kebelakang, koq, sibikun nggak ada, harusnya masih terlihat karena mereka turun di depan fak. Psycologi dan bikun mengarah ke fak.FE, dengan wajah bingung si abang menoleh ke bapak tadi, "bengong", bapak itu langsung bilang," Nak, kalian itu barusan digendong "POCONG!!!!", bukan naik bis kuning" (ih aku nulis ini bulu kudukku masih tetap aja berdiri). Lemaslah si abang dan gabun, lalu si bapak tadi tanya lagi, kalian nggak apa-apa? anakku jawab, nggak pak, lalu kalian mau naik apa? dijawab anakku kami jalan kaki saja, lalu si bapak tadi bilang, ya sudah, lalu berbalik pergi. Ya Allah, aku cuma bisa mengucap mengingat kekuasanNYA. Dari mulai perasaan takut, lalu cemas, lalu tertawa sampai jadi sedih. Sedihnya: coba bayangkan seandainya si abang nggak berdiri, maka dia nggak akan liat bapak tadi dan entah dibawa kemana anakku dan gabun itu sama si pocong. Dan juga berarti tidak semua orang bisa lihat kondisi anakku dan gabun pada saat itu, coz kalau semua bisa lihat, yg terjadi pasti orang pada ribut semua. Lagi pula kalau orang yang lain diam saja, bisa jadi anakku, begitu dia rasa dia naik bikun, maka dia dan gabun langsung INVISIBLE. kalau saja bapak tadi nggak ngejar, dimana anakku sekarang?!, pengen nangis rasanya sekarang, kalau mikirin kemungkinan2 yang ada. Tapi Allah SWT sayang anakku dan gabun, mereka masih diselamatkan lewat bapak2 tadi. Alhamdulillahi robbil 'alamin. Manalagi kata si teteh, bikun dari arah mesjid UI itu nggak ada yang mengarah ke FE situ, ada juga mereka langsung lurus keluar gerbang UI. Makin kagetlah si abang. Ya Allah, terima kasih, telah Engkau selamatkan anakku dan gabun temannya dari kejahatan syetan yang terkutuk, amin..
PESAN
Kalau kita mau naik kendaraan umum apapun, bila kendaraan tersebut dalam keadaan kosong, lebih baik tidak usah naik. Tunggu kendaraan lain yang sudah banyak penumpangnya, dan jangan lupa berdoa.

2 comments: